Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Dalam Memilih Motif Batik Berdasarkan Minat Konsumen Dengan Menggunakan Metode AHP-TOPSIS.
Keywords:
Sistem Pendukung Keputusan, AHP, TOPSIS, Motif Batik, Minat KonsumenAbstract
batik dari Desa Klampar, Pamekasan, Madura. dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin
ketat, pengrajin batik perlu tahu motif batik yang paling diminati oleh konsumen buat menaikkan
daya saing produk. Penelitian ini bertujuan buat membentuk Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
pada menentukan pola batik sesuai minat konsumen dengan memakai metode Analytical
Hierarchy Process (AHP) serta Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution
(TOPSIS). Metodologi yang dipergunakan pada penelitian ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu
identifikasi kriteria pemilihan motif batik, pembobotan kriteria menggunakan AHP, dan
perankingan alternatif motif batik dengan metode TOPSIS. Data diperoleh melalui survei kepada
konsumen dan wawancara dengan pengrajin batik untuk menentukan faktor-faktor utama yang
memengaruhi preferensi motif, yaitu harga, style, gender, dan kualitas. akibat penelitian
menjukkan bahwa motif batik terbaik adalah Sekar jagad,serat kayu, beres dhumpa, kontemporer,
daun bambu, burung jodoh, tanjunga, lancor dan akar pinang. Sistem membentuk Prioritas utama
yaitu 0,874 pada motif sekar jagad di urutan pertama serta 0,840 pada motif serat kayu di urutan ke
2. Jadi berasal hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan motfi batik yang banyak digunakan
oleh rakyat Pamekasan ialah motif sekar jagad dan motif serat kayu.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, AHP, TOPSIS, Motif Batik, Minat Konsumen
