ASUHAN KEBIDANAN NY "N” DENGAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI USIA IBU > 35 TAHUN DI PMB KASIH BUNDA HJ. RINA PURWANTARI, S.Tr.Keb.Bd

Authors

  • Sitti Rohmah Universitas Islam Madura
  • Sari Pratiwi Apidianti Universitas Islam Madura
  • Qurratul A’yun Universitas Islam Madura

Keywords:

Midwifery care Management, high risk pregnancy, mother’s age > 35 years old

Abstract

Based on data from the Indonesian health profile in 2017 regarding the incidence of high-risk pregnancies, it can be seen that one of the factors increasing the risk of 4T is pregnancy at a young age, in old age, and in mothers who already have many children cannot be avoided. Age <20 years 36.9%. And age > 35 years 58.4%. According to data at the Sidorejo Polindes, the incidence of high-risk pregnancies in 2017-2018 aged >35 years, the majority experienced high-risk pregnancies as many as 39 people (92.86%), while in 2015 the frequency of high-risk events was in pregnant women aged >35 years. greater, namely in the mother in 2015 amounted to 38.78%. From the data on the incidence in Sidorejo Village, Krain District, Sidorejo Regency in 2014-2016 there was an increase of 3.55%

This Final Project report is case-based with Continuity Of Care continuous midwifery care and is documented using SOAP management and evaluates the success of Mrs. “N” at PMB Kasih Bunda.

Penatalaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan usia ibu ,>35 tahun dilakukan pada Ibu "N" GIIIPI00IAI00, 36 tahun, hamil 38 minggu, janin intra uterus, posisi kepala V punggung kanan dengan hipertensi gestasional dan ditangani secara komprehensif, kondisi ibu cukup baik, tekanan darah 110/70 mmhg, denyut nadi 80 x/menit, suhu tubuh 35,5°c, bernapas 20 x/menit. Pecahnya terjadi pada proses persalinan, selama masa nifas, sampai tidak ada komplikasi atau masalah, kesehatan ibu dan bayi juga tidak terpengaruh.

Untuk mencegah atau meminimalkan terjadinya kehamilan berisiko tinggi, perawatan dapat diberikan selama perawatan antenatal dan dilakukan secara terus menerus perawatan. Sehingga kami mendorong para ibu untuk meningkatkan frekuensi pemeriksaan kehamilan agar dapat dideteksi sejak dini jika terjadi komplikasi sehingga pengobatan dapat segera dilakukan. Selanjutnya, dorong ibu untuk menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kehamilannya. Dan menyarankan ibu untuk pentingnya pemeriksaan ANC rutin kepada petugas kesehatan. Layanan antenatal care (ANC) untuk kehamilan normal minimal 6 kali, dengan rincian 2x pada trimester ke-1, 1x pada trimester ke-2, dan 3x pada trimester ke-3.

Downloads

Published

2022-10-22