ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “M” DENGAN LILITAN TALI PUSAT DI PMB FLAMBOYAN MUTMAINNAH, S.ST
Keywords:
Midwifery Care, Lilitan tali pusatAbstract
Childbirth is a normal / natural event that will certainly be experienced by every pregnant woman and is a situation that is eagerly awaited by every couple, especially for prospective mothers. In the process of childbirth, it can develop into a problem or complication that can threaten the safety of the mother and fetus if the umbilical cord is not treated quickly. One of the complications of childbirth that may occur is the presence of a twisting of the umbilical cord during the delivery process. Regarding the description of the incidence of umbilical cord entanglement in the UPTD of Lamurukung Health Center, Lampung with variables of maternal age, parity and gestational age. There are 12 babies with umbilical cord entanglement by 46.2 percent.
This Final Project report is case-based with continuous midwifery care in Continuity Of Care and documented using SOAP management. On Mrs. "M" GII P1001 A000 Gestational Age 38 weeks 1 day, single, alive, head position, intrauterine, normal birth canal impression, general condition of mother and fetus is good, comprehensive care is carried out starting from history taking or data collection to evaluation and documentation using SOAP.
Dalam persalinan, pemantauan dilakukan mulai dari tahap pertama hingga tahap keempat dengan APN 60 langkah, sehingga Ibu "M" melahirkan secara spontan pada 11 Maret 2022 pukul 16.55 WIB di PMB FLAMBOYAN. Perawatan persalinan berlangsung ± 25 menit dengan tali pusar 1 yang longgar dan sobekan jalan lahir tingkat 2 sehingga perawatan ibu dilakukan dengan melepaskan tali pusar secara perlahan dari bayi dan menjahit perineum. Bayi itu lahir pada pukul 16.55 WIB secara spontan tanpa ada kelainan. Berdasarkan perawatan yang diberikan kepada Ibu "M" dapat disimpulkan bahwa perawatan berkelanjutan yang komprehensif menghasilkan kondisi yang baik bagi ibu dan janin, namun selama proses persalinan janin mengalami tali pusar yang longgar sehingga lebih banyak dilakukan pemantauan dan observasi pada Ny. "M" karena dikhawatirkan akan terjadi gawat janin, miring ke kiri dan mengikuti anjuran bidan. Selama masa nifas, ibu disarankan untuk melakukan kunjungan berulang setidaknya seminggu sekali dan selama keluarga berencana disarankan untuk menggunakan keluarga berencana yang tidak menghambat produksi ASI. Sehingga ibu dapat meminimalisir terjadinya komplikasi baik pada kehamilan maupun keluarga berencana.