Optimalisasi Pelatihan Konseling Pemberian Asi Esklusif Dalam 1000 Hpk Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Penulis

  • Sari Pratiwi Apidianti Universitas Islam Madura
  • Yulia Paramita Rusady Universitas Islam Madura

Kata Kunci:

Disleksia, Permainan, Siswa SD

Abstrak

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, prevalensi stunting balita umur 0 sampai 59 bulan di Jawa Timur mencapai 32,81 persen. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional yakni sebesar 30,8 persen. Mengingat bahaya stunting adalah berisiko lebih tinggi mengidap penyakit degeneratif. Hal ini karena kebutuhan zat gizi mikro dan makro dalam tubuh tidak terpenuhi secara maksimal sehingga pembentukan fungsi sel tubuh dan lainnya tidak sempurna. berdasarkan survey SSDI tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Pamekasan masih 38,6 persen, berbeda dengan hasil pendataan bulan timbang yang hanya 11,4 persen.. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan ceramah, diskusi, dalam mengerjakan pre-tes dan post-tes, serta praktik teknik menyusui yang benar, penanganan bayi kolik. Materi pelatihan mencakup hal yang berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif dalam pencegahan stunting. Hasil dari program pelatihan Ibu Nifas dalam upaya pencegahan stunting pada bayi dengan pemberian ASI Eksklusif melalui mengadakan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan ASI Eksklusif adalah adanya peningkatan pengetahuan yang yang digambarkan dalam bentuk nilai post test yang meningkat yaitu 90% dengan kategori nilai baik yang sebelumnya 70% nilai baik. Melihat hal tersebut maka ada baiknya jika kegiatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk upaya penurunan stunting di wilayah Pamekasan khususnya.

Referensi

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & child nutrition, 14(4), e12617.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (2014) Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, Dinas Kesehatan Jawa Barat

Laili, U., & Andriani, R. A. D. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 5(1), 8-12.

Nurfatimah, N., Anakoda, P., Ramadhan, K., Entoh, C., Sitorus, S. B. M., & Longgupa, L. W. (2021). Perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 97-104.

Nuzula, F., Oktaviana, M. N., & Yunita, R. D. Y. (2020). Pendidikan Kesehatan terhadap Kader tentang Intervensi Gizi Spesifik dalam Pencegahan Stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(2), 209-215.

Qomariyah, U. N., Probowati, R., & Hentasmaka, D. (2021). AKSI INTEGRITAS PENURUNAN STUNTING di KAB. JOMBANG. SENRIABDI, 1(1), 907-920.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229.

Satriawan, E. (2018). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024. Jakata: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Supariasa, I. D. N. B., Fajar, I., & Bakri, I. (2001). Penilaian status gizi. EGC.

Susilowati, L., Trisetiyaningsih, Y., & Nursanti, I. (2021). Pencegahan Stunting Pada Balita selama masa pandemi covid-19 melalui edukasi audiovisual. Community Empowerment, 6(4), 563-567.

Wulandari, H. W., & Kusumastuti, I. (2020). Pengaruh Peran Bidan, Peran Kader, Dukungan Keluarga dan Motivasi Ibu terhadap Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting pada Balitanya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 19(02), 73-80.

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-12