Pemberdayaan Kelompok Tani Rahayu Melalui Peningkatan Keterampilan Dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Kotoran Sapi
Kata Kunci:
pupuk organic cair, kotoran sapiAbstrak
Kelompok tani “Rahayu” yang terletak di Desa Samatan Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan memiliki usaha penggemukan sapi Madura “Rahayu Farm”. Usaha ini selain menghasilkan daging sapi juga dari kotorannya sudah dihasilkan pupuk organic. Untuk meningkatkan daya serap kotoran sehingga tidak terlalu lama disimpan perlu dilakukan peningkatan keterampilan anggotanya dengan memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair. Selain itu dengan pelatihan ini, diharapkan memberikan nilai tambah bagi mitra karena mempunyai nilai ekonomis yaitu lebih menambah pendapatan mitra dan juga menambah produk usaha mitra. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi program dan pelaksanaan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan melalui pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik cair. Tingkat keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pemahaman diukur dengan menggunakan kriteria untuk pre-test terlihat nilainya 20-40% mitra memahami kegiatan yang dilakukan dan meningkat menjadi 60-79% mitra memahami kegiatan yang dilakukan. Peningkatan keterampilan dapat dilihat peserta telah berhasil membuat pupuk organik cair.
Referensi
Chalimah, S., Anif, S., & Rahayu, T. (2011). Pemanfaatan pupuk organik kotoran hewan dan bioteknologi cendawan mikorrhiza arbuskula (CMA) dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan bibit tanaman pangan dan buah.
Dewi, N. M. E. Y., Setiyo, Y., & Nada, I. M. Pengaruh Bahan Tambahan pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi The Effect of Bulking Agent on The Quality of Compost Cow Manure.
Hastuti, D., & Awami, S. N. (2017). Analisis Ekonomi Usahatani Sapi Potong di Kelurahan Plalangan Gunungpati Kota Semarang. CENDEKIA EKSAKTA, 2(1).
Jalaluddin, J., Nasrul, Z. A., & Syafrina, R. (2017). Pengolahan Sampah Organik Buah-Buahan Menjadi Pupuk Dengan Menggunakan Effektive Mikroorganisme. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5(1), 17-29.
Machrodania, Y., & Ratnasari, A. (2015). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Kulit Pisang, Kulit Telur dan Gracillaria gigas terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai var Anjasmoro. Lentera Bio, 4(3): 168–173.
Mulyo, I. T., Marzuki, S., & Santoso, S. I. (2012). Analisis kebijakan pemerintah mengenai budidaya sapi potong di Kabupaten Semarang. Animal Agriculture Journal, 1(2), 266-277.
Pramushinta, I. A. K. (2018). Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nanas Dengan Enceng Gondok Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum L.) Dan Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Aureus. Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 3(2), 37-40.
Suhastyo, A. A. (2019). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 6(2), 60-64.
Suprapti, I., & Sukma, K. P. W. (2022). Difusi Teknologi Pembuatan Pupuk Cair Organik menggunakan Starter Lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 2(3), 11-16.
Suryana, S. (2009). Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan.
Wijaya, K. A. (2008). Nutrisi tanaman: sebagai penentu kualitas hasil dan resistensi alami tanaman.