Pengembangan Usaha Dengan Meningkatkan Kualitas Serta Pemasaran Kain Batik
Kata Kunci:
Batik Tulis, Produksi, Pemasaran, Pengeringan Kain, GawanganAbstrak
Usaha produksi Rumah Batik Tulis ini merupakan salah satu pengrajin batik tulis yang berada di Desa Gingging Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Usaha ini terbilang produktif dalam menghasilkan batik tulis yang memiliki ciri khas dari batik Sumenep, sehingga banyak peminat dari masyarakat di Kabupaten Sumenep dan ada juga pembeli yang berada di luar Kabutapen Sumenep seperti Solo, Bali dan Jakarta mereka yang membeli pada umumnya tertarik karena memiliki keunikan dari batik yang lainnya. Tetapi dalam usaha ini mengalami beberapa kendala dalam produksinya yaitu alat “pengencangan” kain batik serta oven khusus batik dan juga pemasarannya yang perlu di maksimalkan untuk dapat membuka pangsa pasar baru dikarenakan pada waktu pandemi penjualan mengalami penurunan yang awalnya dapat menjual 100 – 150 batik perbulannya karena minimnya pembelian maka saat itu yang terjual hanya 30 batik, sehingga pemilik harus “merumahkan” sementara beberapa karyawannya karena tidak mampu untuk membayarkan upahnya. Bedasarkan permasalahan tersebut maka diharapkan melalui adanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dengan dilakukannya pendampingan terhadap mitra dalam mengatasi masalah proses produksi serta dalam proses pemasaran. Dalam penyelesaian masalah tersebut dengan cara membuat desain alat, pembuatan aplikasi toko online untuk meningkatkan produksi serta pemasaran. Oleh karena itu diadakan pelatihan tentang penggunaan oven baru dan penggunaan aplikasi toko online. Dari hasil abdimas ini didapatkan adanya peningkatan pemahaman dari karyawan yang ikut pelatihan dari semula mendapatkan nilai 30% - 60% setelah mendapatkan pelatihan mereka mendapatkan nilai 85% - 97%, sehingga dapat dikatakan pelatihan yang dilakukan sudah mempunyai peran yang signifikan terhadap pengetahuan dari karyawan mitra. Dan dengan adanya oven pengering baru dapat mempermudah mitra dalam proses pengeringan kain batik secara cepat. Sehingga dapat mempersingkat waktu produksi kain batik.
Referensi
Mulyadi, E., Wibisono, A., & Herli, M. (2021). Penerapan Metode SEM (STRUCTURAL EQUATION MODEL) Dalam Aplikasi Bidang Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 35-39.
Nurainun, N. (2008). Analisis industri batik di Indonesia. Fokus Ekonomi, 7(3), 24399.
Suliyanto, S., Novandari, W., & Setyawati, S. M. (2015). Persepsi Generasi Muda Terhadap Profesi Pengrajin Batik Tulis di Purbalingga. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 18(1), 135-144.
Suprihati, S., Tho’in, M., Sumadi, S., & Ningsih, S. (2021). Pendampingan Manajemen Pemasaran Batik Ciprat Karya Penyandang Disabilitas. BUDIMAS: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 3(2), 214-221.
Wibisono, A., Destryana, R. A., & Ghufrony, A. (2021). Pelatihan Partial Least Square (PLS) Bagi Mahasiswa. Jurnal Abdiraja, 4(2), 24-30.