Pelatihan Story Completion Untuk Siswa Smkn 1 Proppo Pamekasan: Speaking Skill
Kata Kunci:
metode, story completion, speakingAbstrak
Adanya tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tentang penggunaan metode story completion yang dapat membantu siswa sekolah menengah atas untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris. Faktanya untuk siswa SMKN 1 Proppo kemampuan speaking mereka masih berada dalam level poor. Story completion merupakan metode yang cocok dipakai untuk siswa menengah atas karena metode ini mampu memberikan kesempatan yang baik bagi siswa untuk berbahasa Inggris. Story completion juga merupakan metode yang menyenangkan untuk dipakai karena dapat membuat siswa lebih aktif dikarenakan bekerja secara tim. Metode ini sangat direkomendasikan bagi setiap guru disekolah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Fokus metode ini adalah mengekpsresikan cerita dengan bahasa yang dimiliki siswa berdasarkan cerita yang diberikan. Penggunaan metode berhasil dilakukan dengan adanya kegiatan berbahasa Inggris dikelas yang dapat memberikan kesempatan untuk siswa berdiskusi, bercerita dan mempresentasikan hasil diskusi bersama tim dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini berlangsung menyenangkan karena setiap siswa dapat berpartisipasi untuk memberikan ide dan tanggapan dalam masing – masing tim nya. Dari pengamatan dan didukung dengan catatan lapangan, dapat dilihat bahwa siswa bisa berbicara dengan baik, kosakata mereka bertambah, struktur gramatikal menjadi lebih baik, dan motivasi siswa dalam speaking skill semakin meningkatkan. Peningkatan kemampuan speaking skill siswa tercermin dari antusias siswa didalam proses pembelajaran dengan menggunakan story completion.
Referensi
Ariyanti, A. (2016). Psychological factors affecting EFL students’ speaking performance. ASIAN TEFL Journal of Language Teaching and Applied Linguistics, 1(1).
Hamsia, W. (2018). DEVELOPING STUDENTS’SPEAKING ABILITY THROUGH STORY COMPLETION. Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP, 5(1), 57-64.
Hotimah, E. (2017). Penggunaan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan siswa pada pembelajaran kosakata bahasa Inggris kelas II MI Ar-Rochman Samarang Garut. Jurnal Pendidikan UNIGA, 4(1), 10-18.
Kusuma, C. S. D. (2015). Pentingnya guru dalam pengembangan minat belajar bahasa Inggris. Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi, 13(2), 66-84.
Rabiah, S. (2018). Language as a tool for communication and cultural reality discloser.
Rao, P. S. (2019). The importance of speaking skills in English classrooms. Alford Council of International English & Literature Journal (ACIELJ), 2(2), 6-18.
Setyowati, L., & Muthoharoh, N. B. (2018). Penggunaan self-study book terhadap guru-guru Sakinah English Course. E-DIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 9(1), 70-76.
Suwanti, S. (2019). Meningkatkan Kemampuan Memahami Cerita dan Teks Drama Tentang Penggunaan Pecahan Uang Rupiah dan Pecahan Ukuran dengan Metode Pembelajaran Sosiodrama di Kelas III SDN Kepuh Klagen Wringinanom Gresik. Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction, 3(2), 15-26.
Widayati, A. (2004). Metode mengajar sebagai strategi dalam mencapai tujuan belajar mengajar. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 3(1).
Wijaya, W., Sukirlan, M., & Sudirman, S. (2014). The implementation of story completion technique in teaching speaking. U-JET, 3(3).