Penyuluhan Tentang Ekstrak Curcuma Dan Daun Sirih Sebagai Pencegahan Dan Penanganan Keputihan (Flour Albus) Pada Wanita Usia Subur (Wus) Di Desa Betett Kabupaten Pamekasan
Kata Kunci:
Ekstrak Curcuma dan Daun Sirih, Keputihan (Flour Albus), WUSAbstrak
Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang serius sepanjang hidup manusia. Pemerintah sangat
mendukung pemberian informasi, konseling dan sebagai bagian dari hak bereproduksi mereka untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang seluas-luasnya. Keputihan adalah salah satu masalah
kesehatan reproduksi remaja khususnya yang sering dikeluhkan oleh wanita. Lebih dari 50% perempuan
diseluruh dunia pernah mengalaminya. Keputihan sebenarrya tidak perlu diobati, namun kebanyakan
wanita tidak mengetahui tentang keputihan dan penyebabnya sehingga jika tidak ditangani dengan baik
akan menibulkan kemandulan dan merupakan gejala awal dari kanker rahim. Keputihan ada yang
bersifatfisiologi dan patologis. Data WHO (2007) menyebutkan, angka prevalensi tahun 2006, 25% - 50%
candidiasis, 20%–40% bacterial vaginosis dan 5%–15%trichomoniasis. Penyebab utama keputihan
patologis ialah infeksi (jamur, kuman, parasite dan virus). Keputihan patologis dapat juga disebabkan
karena kurangnya perawatan terhadap alat genetalia seperti mencuci vagina dengan air yang tergenang di
ember, menggunakan pembilas secara berlebihan, memakai celana dengan bahan yang tidak menyerap
keringat, jarang mengganti celana dalam, dan tak sering mengganti pembalut saat menstruasi (Aulia,
2012). Pengabdian ini bertujuan untuk 1) Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang Ekstrak
Curcuma dan Daun Sirih Sebagai Pencegahan dan Penanganan Keputihan (Flour Albus) 2) Meningkatnya
Kesadaran masyarakat khususnya WUS tentang bagaimana Memanfaatkan Ekstrak Curcuma dan Daun
Sirih Sebagai Pencegahan dan Penanganan Keputihan (Flour Albus) 3) masyarakat tahu resiko keputihan
4) memberikan pemahaman pada masyarakat khususnya WUS , Bahwa keputihan tiak boleh diremehkan.
Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupaPenyuluhan dengan tahapan 1) pendataan jumlah
wanita usia subur, 2) memberikan penyuluhan 3) melakukan evaluasi dengan melakukan post tes . Hasil
pengabdian ini adalah menambah pengetahuan masyarakat tentang Ekstrak Curcuma dan Daun Sirih
Sebagai Pencegahan dan Penanganan Keputihan (Flour Albus).
Referensi
A. Jawetz E., Melnick JL., dan E, Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2006
Amanah, A., Lazuardi, N. F. M., & Hermawan, I. (2018). Perbandingan Efektivitas Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn) dengan Minyak Atsiri Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap Candida albicans secara In Vitro. Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 4(2).
Baety, D. N., Riyanti, E., & Astutiningrum, D. (2019). Efektifitas Air Rebusan Daun Sirih Hijau dalam Mengatasi Keputihan Kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Gombong. Proceeding of The URECOL, 48-58.
Fikri, Z., & Ismi, N. (2015). Rebusan Daun Sirih Dan Kunyit Terhadap Keputihan Patologis Pada Remaja Putri (Piper Betle linn Leaf and Curcuma Longa linn Stew toward Fluor Albus). Journals of Ners Community, 6(1), 34-44.
Hasanah, I. A. (2018). Hubungan Perilaku Vulva Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Wanita Usia Subur (Di Dusun Candimulyo, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang) (Doctoral dissertation, STIKes Insan Cendekia Medika Jombang).
Karnita, R. (2014). Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Personal hygiene Organ Reproduksi di Mts. Guppi Samata Kabupaten Gowa (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Marhaeni, G. A. (2016). Keputihan pada wanita. Jurnal Skala Husada: The Journal of Health, 13(1).
Novianti, D. (2016). Kemampuan Antifungi Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Terhadap Candida albicans. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 13(2).
Oriza, N., & Yulianty, R. (2018). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMA Darussalam Medan. Jurnal Bidan Komunitas, 1(3), 142-151.
Pulungan, F. K. (2018). Efektivitas Daun Sirih Hijau Dan Daun Sirih Merah Dalam Mengatasi Keputihan Patologis Pada Remaja Di Sma Taman Siswa Pematang Siantar.
Rahayu, R. P., Damayanti, F. N., & Purwanti, I. A. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keputihan pada Wanita Usia Subur (WUS) di RT 04 RW 03 Kelurahan Rowosari Semarang. Jurnal Kebidanan, 4(1), 11-16.
Sudrajad, H., & Al Al Azar, F. (2011). Uji aktivitas antifungi minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) secara in vitro terhadap Candida albicans. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 84-89.