BRANDING UMKM DAN PENGEMBANGAN WISATA
Kata Kunci:
Branding, Pesisir, UMKM, WisataAbstrak
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan strategi branding dapat menjadi alat
efektif untuk mengatasi tantangan tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang
melibatkan berbagai teknik pengumpulan data, seperti observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan
pelaku UMKM, pengelola pariwisata, masyarakat lokal, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa branding yang dirancang dengan mempertimbangkan kekhasan lokal Desa
Branta Pesisir dapat secara signifikan meningkatkan profil dan visibilitas produk UMKM serta destinasi
wisata di mata wisatawan dan pasar yang lebih luas. Branding yang efektif membantu UMKM dalam
membangun citra yang kuat dan membedakan produk mereka dari pesaing, sementara di sisi lain, juga
berperan dalam mempromosikan daya tarik pariwisata desa, yang pada akhirnya berdampak pada
peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan pengembangan ekonomi lokal. Studi ini juga menemukan
bahwa keberhasilan branding sangat bergantung pada keterlibatan aktif dari seluruh komunitas, dukungan
kebijakan yang berpihak pada pengembangan ekonomi lokal, serta adanya kolaborasi antara pemerintah,
pelaku UMKM, dan sektor swasta.
Referensi
Irhandayaningsih, A. (2018). Pelestarian kesenian tradisional sebagai upaya dalam menumbuhkan kecintaan budaya lokal di masyarakat Jurang Blimbing Tembalang. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 2(1), 19-27.
Anwar, K., Yunus, M., & Alfin, R. (2023). Digital marketing solusi pemasaran di era digital untuk meningkatkan omset penjualan UMKM. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 6(2), 404-414.
Nuryananda, P. F., & Al Fitriani, A. Q. (2023). Permasalahan kultural dan pentingnya kontekstualisasi dalam penerapan teknologi dalam pengembangan pariwisata kampung adat segunung. Khasanah Ilmu-Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 14(2), 104-114.