PENINGKATAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN EDUKATIF BERBASIS SAINS
Kata Kunci:
APE, Sains, Minat belajar, PAUDAbstrak
Minat belajar peserta merupakan komponen utama yang harus ada untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada siswa PAUD yang rata-rata umurnya 5-6 tahun, diperlukan perlakuan khusus untuk menarik minat belajar mereka. Naluri bermain mereka sebagai anak anak akan mendominasi menyebabkan pembelajaran perlu dikemas sedemikian rupa sehingga mereka tidak merasa sedang belajar tetapi materi pembelajaran tersampaikan dengan baik. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa secara luas untuk melakukan eksplorasi dan elaborasi materi yang dipelajari, disamping itu memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya melalui kegiatan pembelajaran yang telah dirancang oleh guru. Pengembangan yang tepat dengan media yang sesuai akan mampu membuat pemahaman siswa lebih berkembang. Pemberian alat permainan edukatif (APE) berbasis sains adalah salah satu solusi yang tepat untuk menarik minat belajar siswa serta mengembangkan sains mereka. Karena sejatinya integrasi sains dalam permainan edukatif sangat menunjang guna membekali siswa PAUD dalam memiliki literasi sains sejak dini. Pengabdian kepada masyarakat ini berujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui implementasi APE berbasis sains pada pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian APE berbasis sains di KB dan TK Al-Qodiri dapat meningkatkan minat belajar siswa hali ini dapat dilihat dari antusiasme siswa ketika pembelajaran, keaktifan siswa serta perhatian siswa yang fokus pada pembelajaran. Pernyataan ini sejalan dengan hasil wawancara orang tua siswa yang menyatakan bahwa anak lebih bersemangat dan antusias untuk segera berangkat sekolah.
Referensi
Adams, D. M. (1973). Simulation games: An approach to learning. (No Title).
Alawiyah, T., Rahayu, E. P., & Akrom, M. (2024). Pelatian Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Sains Sederhana Bagi Guru PAUD di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual, 2(2), 17-21.
Astini, B. N., Nurhasanah, N., & Nupus, H. (2019). Alat permainan edukatif berbasis lingkungan untuk pembelajaran saintifik tema lingkungan bagi guru paud korban gempa. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 1-6.
Aulina, C. N., Salim, A., & Wulandari, F. (2022). Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran Sains di Taman Kanak-Kanak. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 66-72.
Brewer, A. J. (2007). Introduction to Early Childhood Education. University of Massachusetts.
Gale, A. (2020). Preventing social isolation: A holistic approach to nursing interventions. Journal of Psychosocial Nursing and Mental Health Services, 58(7), 11-13.
Kemdikbud, . (2016). Petunjuk Teknis Bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD Tahun 2016. Direktorat pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.
Nurhasanah, D., & Amini, F. A. (2018). UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR (Penelitian Tindakan Kelas di Kelompok A Raudhatul Athfal Daarul Hasanah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis). Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1).
Petrovska, S., Sivevska, D., & Cackov, O. (2013). Role of the Game in the Development of Preschool Child. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 92, 880-884.
Rusman, R. (2015). Pembelajaran Tematik Terpadu: Teori, Praktik, dan Penilaian. Rajawali Pres.
Sugiyono, . (2012). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta .
Zaman, B., Hernawan, A. H., & Eliyawati, C. (2007). Media dan Sumber. Belajar TK. Jakarta: Universitas Terbuka.