IPTEK PEMECAHAN MASALAH KEKURANGAN AIR BAGI LAHAN PADI SAWAH UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI
Kata Kunci:
kemarau, kekurangan air, mesin sedot air, pengairan sawahAbstrak
Desa Pansur Napitu terletak di Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Desa ini berjarak 270 km dari kota Medan yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu 7 jam. Desa ini ditunjuk sebagai desa prioritas kegiatan PkM LPPM USU tahun 2025. Penduduk desa pada umumnya adalah suku batak yang mencakup 90% dari total populasi penduduk. Pada umumnya penduduk memiliki usaha utama pertanian seperti padi sawah, jagung dan palawija lainnya. Hingga kini pertanian padi masih menjadi andalan utama petani di desa ini. Hampir 90% petani berharap pada tanaman padi sawahnya. Namun petani mengalami permasalahan yang cukup mendasar terkait iklim. Persawahan di wilayah ini berupa sawah tadah hujan yang sangat tergantung pada iklim. Pada musim kemarau panjang, seringkali produktivitas lahan menurun karena petani banyak mengalami kerugian akibat kekeringan. Masuknya Tim Pelaksana PkM USU menimbulkan harapan baru bagi masyarakat untuk dapat memperoleh solusi yang dihadapi kalangan masyarakat ini. Keluhan permasalahan kurangnya penanganan penyediaan air bagi lahan pertanian menjadi masalah klasik di tingkat petani. Oleh karena itu untuk mengejar produktivitas lahan sawah ini maka Tim PkM USU berupaya melakukan tindakan yang dapat mengatasi permasalahan ini.Tim Pelaksana PkM USU segera membentuk tim pemecahan masalah yang berasal dari professional Fakultas Kehutanan USU. Melimpahnya jumlah sumberdaya manusia yang memiliki pemikiran brilian di USU menjadikan pencarian solusi penanganan masalah pertanian ini dapat segera ditemukan. Tim Pelaksana PkM USU berencana akan membuat dan memodifikasi mesin penyedia air berkapasitas besar bagi areal persawahan petani untuk dapat mengatasi masalah petani di desa ini.
Referensi
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. Kecamatan Siatas Barita dalam Angka tahun 2019. Seri Publikasi Tahunan BPS Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara.
Sari M, Yazid M, Adriani D. 2022. Pengelolaan Irigasi Tradisional Serta Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Irigasi Di Sumatera Selatan. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2):299-311. https://doi.org/10.29244/jai.2022.10.2.299-311. (18 Maret 2025).
Iswari K. 2012. Kesiapan Teknologi Panen Dan Pascapanen Padi Dalam Menekan Kehilangan Hasil Dan Meningkatkan Mutu Beras. Jurnal Litbang Pertanian, 31(2): 58-67.
[LPPM USU] Lembaga pengabdian pada masyarakat. 2022. Program kegiatan. http://usu.ac.id/id [diakses pada 05 Maret 2025].
Ningrat MA, CD Mual, YY Makabori. 2021. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Berbagai Sistem Tanam di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, 31 Juli 2021. DOI: https://doi.org/10.47687/ snppvp.v2i1.191
Mohsin M, Shulton J. 2023. Pengairan Sawah Tadah Hujan Gunakan Rekayasa Pompa Air Sistem Listrik Hybrid. Alinier Jurnal, (4) (1): 16-37.
Taufik M, Arafah, Nappu B, Djufry F. 2024. Analisis Pengelolaan Air Dalam Usaha tani Padi Pada Lahan Sawah Irigasi Di Sulawesi Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 17(1): 61-68.