EKSPLORASI REBUNG BAMBU SEBAGAI ZPT ALAMI: PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL MELALUI PENYULUHAN DI DESA PELTONG
Kata Kunci:
Rebung bambu, ZPT alami, Pertanian berkelanjutan, penyuluhan petani, fermentasiAbstrak
Pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung pertanian berkelanjutan menjadi solusi alternatif di tengah ketergantungan petani terhadap bahan kimia sintetis. Salah satu potensi yang belum banyak dimanfaatkan adalah rebung bambu sebagai bahan baku Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami. Program pengabdian ini dilaksanakan pada Juli 2025 di Desa Peltong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan oleh mahasiswa Universitas Islam Madura dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan meliputi observasi lapangan, fermentasi rebung bambu untuk menghasilkan ZPT, aplikasi pada tanaman semangka, serta penyuluhan kepada 12 petani pada 27 Juli 2025. Fermentasi berhasil menghasilkan larutan ZPT berwarna gelap dengan aroma khas, yang diaplikasikan pada tanaman semangka menunjukkan peningkatan tinggi tanaman hingga 20–30%, daun lebih banyak dan berwarna hijau segar, serta percepatan pembungaan sekitar 5–7 hari lebih awal dibandingkan tanaman kontrol. Partisipasi aktif petani dalam penyuluhan menunjukkan bahwa mereka antusias terhadap penggunaan bahan alami yang murah, mudah diperoleh, dan aman bagi lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa rebung bambu memiliki potensi besar sebagai bahan ZPT alami dan dapat menjadi bagian dari inovasi pertanian ramah lingkungan berbasis kearifan lokal.
Referensi
Gunawan, T., & Wijayanto, R. (2019). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Tanaman Hortikultura. Jurnal Agronomi Indonesia, 47(2), 115–123.
Sutrisno, H., & Sari, D. P. (2021). Eksplorasi Fitohormon Alami pada Tanaman Lokal Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian, 18(1), 45–52.
Nuraini, L., & Puspita, R. (2020). Pemanfaatan Limbah Organik untuk Produksi ZPT Alami Melalui Fermentasi. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 5(3), 142–150.
Siregar, D. R., & Harahap, N. A. (2018). Zat Pengatur Tumbuh Alami dari Tunas Bambu: Kajian Literatur dan Aplikasi Lapangan. Agritechno Journal, 9(2), 67–74.
Fatimah, S., & Amri, A. (2017). Produksi dan Aplikasi ZPT Alami Berbasis Mikroorganisme Fermentasi. Jurnal Agroteknologi Tropika, 6(1), 20–28.
Widodo, B., & Nugroho, S. (2022). Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Tanaman Bambu di Wilayah Pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Desa, 3(2), 101–109.
Putri, R. A., & Wibowo, H. (2021). Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Modern. Jurnal BioEksakta, 4(1), 23–32.
Lestari, P., & Kurniawan, D. (2016). Analisis Kandungan Fitohormon pada Rebung Bambu (Bambusa vulgaris). Jurnal Biologi Tropis, 12(2), 56–63.
Sulistyowati, T., & Rachman, H. (2020). Strategi Pertanian Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal. Jurnal Ekologi Sosial, 2(1), 88–96.
Rosyida, A., & Hanifah, M. (2022). Fermentasi Bahan Organik untuk Meningkatkan Efektivitas ZPT Alami. Jurnal Teknologi Pertanian, 19(2), 77–85.
Maulana, A., & Yuniarti, N. (2018). Efektivitas ZPT Alami dalam Meningkatkan Hasil Tanaman Cabai Merah. Jurnal Agrosains, 10(3), 90–97.
Prasetyo, B. (2020). Pemanfaatan Bambu Sebagai Bahan Alternatif dalam Teknologi Pertanian. Jurnal Inovasi dan Pembangunan, 5(1), 32–39.
Hidayati, L., & Fauzan, M. (2021). Peran Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam Pemberdayaan Petani Lokal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 55–63.
Nasution, M. T. (2017). Kontribusi ZPT terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 10(2), 49–55.
Yuliani, R., & Wijayanti, E. (2019). Praktik Pertanian Ramah Lingkungan: Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk dan ZPT Kimia. Jurnal Agroindustri dan Lingkungan,3(4),122–130.