Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Seleksi Relawan Keamanan Laut Nusantara (RAPALA)
Keywords:
Rapala, Bakamla RI, AHPAbstract
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia atau disebut BAKAMLA RI adalah lembaga pemerintah nonkementrian yang bertanggungjawab langsung ke Presiden melalu kementrian yang mengkordinasinya yang bertugas untuk melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut di perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Untuk mendukung tugasnya BAKAMLA RI membentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara (RAPALA) di beberapa Provinsi sebagai ketahanan semesta oleh masyarakat di laut Indonesia. Proses seleksi Rapala yang dilakukan secara manual hasilnya susah dan memerlukan waktu yang panjang karena melibatkan kriteria yang kompleks. Tujuan dari penelitian ini membangun aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang digunakan untuk seleksi Rapala antara lain, (K1) Domisili, (K2) Kesehatan, (K3) Sikap Kerja, (K4) Perilaku, (K5) Kecerdasan, dan (K6) Pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang paling berpengaruh untuk diterima menjadi Rapala adalah perilaku (0,27), sikap kerja (0,23), pengalaman (0,14), kesehatan (0,13), domisili (0,12), dan kecerdasan (0,08) artinya Bakamla RI lebih memprioritaskan perilaku dan sikap kerja dalam memilih Relawan Penjaga Laut Nusantara sebagai mitra dalam mengamankan laut Indonesia. Kontribusi penelitian ini sebagai pendukung keputusan bagi Badan Keamanan Laut Republik Indonesia untuk memudahkan seleksi calon relawan penjaga laut Indonesia.
