Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) yang dikembangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki peran penting dalam menjaga transparansi serta akurasi proses Pemilu. Namun, sifatnya yang digital dan terhubung dengan jaringan internet membuat sistem ini rentan terhadap berbagai ancaman siber seperti spoofing, manipulasi data, maupun kebocoran informasi. Penelitian ini melakukan evaluasi risiko keamanan pada SIREKAP dengan pendekatan threat modeling menggunakan metode STRIDE dan DREAD. Analisis difokuskan pada tiga komponen utama, yaitu browser, Web API, dan basis data. Hasil penilaian dengan metode DREAD menunjukkan bahwa browser merupakan titik paling rawan dengan skor 35 (kategori risiko tinggi), sedangkan Web API dan basis data masing-masing berada pada kategori risiko sedang. Temuan ini memperlihatkan bahwa aspek autentikasi pengguna menjadi prioritas dalam mitigasi risiko. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi pengamanan, antara lain penerapan autentikasi multi-faktor (MFA), validasi masukan pada Web API, serta pembatasan akses basis data dengan prinsip least privilege. Dengan rekomendasi tersebut, diharapkan keamanan sistem SIREKAP dapat ditingkatkan sehingga integritas dan transparansi hasil Pemilu tetap terjaga. Penelitian ini juga memberikan landasan bagi pengembangan langkah mitigasi lanjutan dalam menghadapi potensi serangan siber di masa mendatang.
Nurul Iflahah, Masdukil Makruf, & Fathorrozi Ariyanto. (2025). Evaluasi Risiko Keamanan Sistem SIREKAP Berbasis STRIDE dan DREAD . Seminar Nasional Humaniora Dan Aplikasi Teknologi Informasi (SEHATI), 11(1), 289–294. Retrieved from https://prosiding.uim.ac.id/index.php/sehati/article/view/929