Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada balita akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang yang berdampak pada perkembangan fisik maupun kognitif anak. Di Kabupaten Pamekasan, isu ini masih memerlukan perhatian serius, namun belum ada kajian yang mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat keparahan kasus. Pemahaman pola jumlah stunting per puskesmas setiap tahun penting untuk menentukan prioritas intervensi secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan jumlah balita stunting di Kabupaten Pamekasan periode 2021–2024 menggunakan metode K-Means. Data diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dan diolah melalui Google Colab. Tahapan analisis meliputi import data, normalisasi, serta penentuan jumlah klaster optimal dengan Silhouette Score, yang menghasilkan dua klaster dengan nilai 0,5308. Proses klasterisasi konvergen pada empat iterasi, menghasilkan 15 puskesmas pada klaster pertama dan 6 puskesmas pada klaster kedua. Evaluasi dengan Silhouette Coefficient (0,5182) menunjukkan kualitas klastering tergolong baik. Hasil ini menyediakan dasar data terstruktur untuk mendukung perencanaan intervensi stunting yang lebih efektif di Pamekasan. Kata kunci: Balita Stunting, K-Means, Klastering, Puskesmas, Pamekasan
Tumiyah, Fathorrozi Ariyanto, & Masdukil Makruf. (2025). Penerapan Metode K-Means untuk Klasterisasi Jumlah Balita Stunting Berdasarkan Data Puskesmas di Kabupaten Pamekasan. Seminar Nasional Humaniora Dan Aplikasi Teknologi Informasi (SEHATI), 11(1), 86–94. Retrieved from https://prosiding.uim.ac.id/index.php/sehati/article/view/849