Implementasi Iot Untuk Monitoring Dan Analisis Konsumsi Air Minum Ternak Secara Realtime Pada Peternakan Moderen
Keywords:
IoT, peternakan ayam petelur, sensor ketinggian air, sensor kekeruhan air, monitoring air minum.Abstract
Peternakan ayam petelur yang efisien membutuhkan sistem monitoring kualitas air minum yang
akurat untuk memastikan kesehatan dan produktivitas ayam. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan dan mengimplementasikan sistem IoT guna memantau ketinggian dan kekeruhan
air minum secara real-time, serta memberikan notifikasi ketika parameter air berada di luar batas
yang ditentukan. Metodologi penelitian ini melibatkan pemasangan sensor ketinggian dan kekeruhan
air pada tempat minum ayam, yang terhubung dengan sistem IoT untuk mengirimkan data ke server
secara real-time. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengevaluasi akurasi sensor, waktu
respon, kestabilan sistem, serta efektivitas fitur notifikasi dan integrasi dengan sistem pengisian air
otomatis. Pengujian dilakukan langsung di lingkungan peternakan ayam petelur selama periode
tertentu untuk menilai keandalan sistem dalam kondisi operasional sebenarnya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki akurasi sensor tinggi dengan selisih
pembacaan ≤ 5% dibandingkan alat ukur standar. Waktu respon data ke server berada di kisaran 3
detik, serta sistem notifikasi bekerja dengan baik dalam memberikan peringatan saat air tercemar
atau mencapai level kritis. Selain itu, sistem terbukti stabil dalam kondisi lingkungan peternakan
yang penuh debu dan fluktuasi suhu, serta mampu terintegrasi dengan sistem pengisian air otomatis
untuk menjaga ketersediaan air minum ayam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa
implementasi IoT dalam monitoring kualitas air minum pada peternakan ayam petelur dapat
meningkatkan efisiensi pengelolaan air, mengurangi risiko penyakit akibat air tercemar, dan
membantu peternak dalam mengambil keputusan berbasis data. Kontribusi penelitian ini adalah
menyediakan solusi berbasis teknologi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan sistem peternakan
modern yang lebih presisi dan berkelanjutan.
